Seperti Inilah Aturan Edan Pemimpin Korea Pada Atletnya, Dijamin Bikin Kamu Geleng Kepala

Jika menang mereka akan jadi kaya raya, namun bila kalah maka neraka dunia menantinya

oleh Arief Dian
11:00 AM on Jul 7, 2017

Sampai saat ini Korea Utara masih menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak, segala aspek yang ada di sana harus sesuai dengan apa yang diinginkan Pemimpin Agung mereka Kim Jong Un. Mulai dari hal sepele seperti cara berpakaian hingga gaya hidup, semua harus sesuai dengan aturan Kim Jong Un.

Ternyata hal serupa juga berlaku pada cabang olahraga. Mulai dari latihan hingga kejuaraan, semua diawasi ketat oleh sang diktator itu. Bahkan tidak segan pemimpin ini memberikan sebuah aturan yang cenderung edan bagi para atletnya. Jadi seperti apa nasib para atlet di Korea Utara tersebut? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
4 Bukti Gregetnya Orang Indonesia Kalau Ada Bahaya, Kayak Sudah Hilang Urat Takutnya
Menengok Gaji dan Tunjangan Gubernur dan Wagub DKI, Kalau Dijumlah Bisa Beli Kerupuk 3 Kontainer

Sang Pemimpin Agung Korea punya target tersendiri

Berkaca dari olimpiade Rio tahun kemarin, akhirnya diketahui bahwa Korea Utara tidak sembarangan mengirimkan atletnya untuk berlaga. Yang pasti sebelumnya ada pelatihan super keras yang harus mereka hadapi. Selain itu Kim Jong Un tidak begitu saja melepas keberangkatan para atlet ini, ada aturan ketat seperti pelarangan membawa ponsel yang harus dipatuhi.

Target tersendiri [image source]
Semua demi kemenangan Korea Utara di mata dunia. Kim Jong Un juga memberikan target khusus bagi para atlet yang dia kirim. Jika melampaui target, surga dunia di Korea menanti mereka. Namun jika gagal, bersiaplah melihat neraka yang ada di Korea. Hal ini ternyata sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Misalnya tahun kemarin, Kim Jong Un menargetkan 17 medali untuk para atletnya.

Kekayaan melimpah dan fasilitas mewah bagi pemenang

Menjadi pemenang dalam ajang olimpiade dengan membawa nama Korea Utara adalah sebuah kehormatan yang super besar. Misalnya saja Kim Un Guk yang sering kali menjuarai olimpiade dalam ajang angkat besi. Pria ini menjadi kesayangan Kim Jong Un sebagai atlet andalannya.

Kim Un Guk [image source]
Jadi bukan hal yang aneh kalau banyak fasilitas mewah yang ia dapatkan. Mulai dari rumah, kendaraan hingga uang sebagai hadiah keberhasilannya dalam mengharumkan nama Korea Utara. Bagi Kim Un Guk, itu adalah sebuah kehormatan besar menjadi atlet andalan Korea Utara.

Hukuman berat menanti bagi siapa saja

Namun bagaimana jika ternyata medali yang dihasilkan tidak memenuhi target? Hukuman berat bisa saja menanti mereka. Seperti pada tahun 2016 kemarin, Korea Utara gagal mendapatkan 17 medali yang ditargetkan oleh sang pemimpin agung mereka Kim Jong Un. Hasilnya sekarang kabar mereka sangat simpang siur. Sebelumnya, atlet yang gagal dalam olimpiade mendapatkan hukuman pemotongan hak dari negara.

Altet Korut [image source]
Mulai dari pindah ke tempat yang kelasnya lebih rendah, hingga tunjangan yang harus dipotong semua. Yang lebih gila, Kim Jong Un membawa beberapa atlet yang gagal mendapatkan medali ke sebuah tambang dan mempekerjakan mereka di sana. Mereka tidak boleh kembali hingga dua sampai tiga tahun setelah bekerja di sana. Kadang ada pula yang tidak boleh kembali lagi ke rumahnya.

Membawa nama Korea Utara, perilaku tidak boleh sembarangan

Para atlet yang berlaga di olimpiade ini mesti benar-benar menjaga nama besar Korea Utara. Kita tahu bahwa Korea Utara selama ini mengisolasi diri dari dunia luar, jadi kalau sampai para atlet yang berlaga di negara asing ini bikin malu, hukuman besar bisa saja diberikan. Apalagi mengingat bahwa Kim Jong Un bisa dengan mudah melakukan eksekusi pada siapa pun yang dianggap bersalah.

Tidak boleh sembarangan [image source]
Seperti beberapa tahun yang lalu, seorang atlet perempuan Korea Utara ketahuan melakukan selfie dengan lawannya setelah pertandingan yang berasal dari Korea Selatan. Saat berita itu menyebar, hukuman mati siap mengancam atlet perempuan ini. Apalagi kita tahu bahwa Korea utara sangat bermusuhan dengan Korea Selatan. Beruntung dugaan eksekusi itu ditangguhkan, tapi masih belum jelas hukuman apa yang diberikan pada perempuan ini.

Memberikan target kepada atlet memang perlu dilakukan agar bisa membawa semangat. Tapi, harus tetap rasional serta tak ada hukuman. Sanksi mungkin akan jadi spirit, tapi di sisi lain bakal membuat atlet ketakutan sehingga tak maksimal. Dalam hal ini Korut sama sekali tak patut untuk dicontoh.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA