Anak Dihukum di Kandang Babi Dan Diceburkan ke Danau Karena Mencuri

oleh Ayu
15:13 PM on Mar 9, 2015

Anak dihukum karena kesalahan memang menjadi hal yang wajar. Akan tetapi, bila sampai dimasukkan dalam kandang babi dan dipermalukan di depan umum, tentunya akan membuat anak tersebut merasa trauma.

Kisah malang ini menimpa seorang bocah usia 10 tahun di Desa Guangxi, China. Akibat kesalahannya mencuri di sebuah rumah, anak dihukum dan jadi bulan-bulanan massa. Hanya saja, cara yang digunakan bukanlah cara yang menjunjung keadilan, melainkan lebih ke mempermalukan dan memberi pelajaran yang cukup traumatis.

Baca Juga
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi
4 Lomba Agustusan Greget Ala Suku Dayak Ini Dijamin Bakal Bikin Kamu Melongo

Setelah dimasukkan kandang babi dan pakaian dilucuti, bocah ini diceburkan ke air via Shanghaiist

Dilansir dari Shanghaiist, bocah tersebut kepergok mengambil uang di sebuah rumah warga senilai 20.000 yuan atau setara dengan Rp 41 jutaan. Jumlah yang cukup fantastis itu emmbuat geram pemilik dan warga desa yang menangkap basah kelakuannya. Memang anak tersebut salah, meski begitu hukuman dari warga agaknya terlalu berat untuk bocah tersebut.

Ia dihukum dengan diminta berlutut, kemudian warga ramai-ramai memasukkannya dalam kandang babi. Masih belum puas juga, anak tersebut kemudian dibawa ke sebuah danau dan dilucuti beberapa pakaiannya. Tak lama kemudian ia diceburkan ke danau.

Bocah 10 tahun jadi bulan-bulanan massa via Shanghaiist

Memang ia melakukan kesalahan, namun anak dihukum sedemikian keras sebenarnya juga tidak dibenarkan dalam hukum itu sendiri. Karena untuk ukuran anak-anak di usia itu, mereka lebih membutuhkan sebuah bimbingan daripada hukuman yang tak hanya bikin jera, namun membuatnya trauma.

Kabar terakhir menyebutkan bahwa kasus ini diambil alih oleh pihak berwajib. Polisi masih mencari tahu motif pencurian yang dilakukan anak tersebut. Mereka juga mengamankan anak tersebut agar tidak makin menjadi bulan-bulanan massa.

Main hakim sendiri, bagaimanapun seringkali tidak menjadi solusi. Memang tidak ada asap kalau tidak ada api, tapi kalau anak dihukum dengan cara seperti ini, hanya akan menimbulkan trauma dan kurang manusiawi.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA