Sederet Alasan Kenapa Kamu Harus Naik Gunung Sekali Seumur Hidup

oleh Guntur Aria
08:30 AM on May 21, 2015

Di lain sisi dari kepergian Erri Yunanto saat mendaki Gunung Merapi, banyak pendaki dan pecinta alam yang saling mengingatkan pendaki baru agar lebih hati-hati. Di mata mayoritas, aktivitas mendaki gunung mungkin terlihat seperti sebuah hal yang buang-buang waktu dan sangat tidak berguna.

Memang benar, setelah merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli berbagai perlengkapan naik gunung, kita masih harus menghabiskan tenaga untuk trekking yang pastinya sekitar berkilo-kilo meter jauhnya. Belum lagi kita harus berhadapan dengan risiko keadaan alam yang cukup berbahaya dan sesampainya di puncak, kita ‘cuma’ mendapatkan pemandangan yang indah. That’s it.

Baca Juga
Inilah 4 Fakta Meikarta, Kota Baru yang Katanya Bakal Menyaingi Ibukota
Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi

Tapi buat kamu yang punya pemikiran seperti itu dan belum pernah merasakan sensasi naik gunung yang sesungguhnya, segeralah ubah persepsimu. Di balik hal-hal tak berguna yang sudah disebutkan tadi, ada beberapa pelajaran dan pengalaman berharga yang hanya bisa kamu rasakan setelah benar-benar menaiki gunung dengan kedua kakimu. Berikut adalah alasan-alasan kenapa kalian harus mendaki gunung setidaknya sekali seumur hidup.

1. Belajar Teliti dan Sabar

Mendaki gunung bukanlah rekreasi-rekreasi seperti ke pantai atau taman hiburan yang bisa kamu lakukan setiap saat dan langsung berangkat begitu saja. Perlu yang namanya persiapan mulai dari fisik hingga perbekalan yang memadai. Maka dari itu kita dituntut untuk cermat memilih barang  dan konsumsi apa saja yang harus dibawa karena setelah berada di atas sana, kita benar-benar akan dilepas dari peradaban dan harus bisa survive dengan apa yang kita miliki. Namun membawa terlalu banyak barang dan makanan pun bisa berujung pada overload yang nantinya merepotkan kita untuk melakukan pendakian. So, ketelitian adalah hal pertama yang akan jadi pelajaran kamu ketika naik gunung.

Belajar Teliti dan Sabar
Belajar Teliti dan Sabar [imagesource]
Selain ketelitian, kesabaran kita juga akan sangat ditempa ketika sudah berada di area pendakian nanti. Beberapa gunung memang mudah untuk didaki, namun beberapa lainnya benar-benar ekstrem dan sulit. Jika kamu terburu-buru ingin segera sampai di puncak, maka kamu hanya akan menghabiskan banyak tenaga dan membahayakan diri sendiri. Ada waktu di mana kita harus sabar dan mendaki secara perlahan, memilih jalan yang aman, istirahat untuk mengisi tenaga, dan mendirikan tenda ketika malam sudah turun. Worry not, puncak gunung itu tak akan lari ke mana-mana, jadi bersabarlah demi keamananmu sendiri.

2. Berhenti Jadi Robot

Di zaman modern ini, sebagian besar masyarakat dituntut untuk menjadi ‘robot’ yang setiap harinya kerja dari pagi hingga sore atau malam, lalu mengulanginya lagi dan lagi setiap hari. Memang benar tuntutan ekonomi jadi alasan utama kita rela untuk melakukan aktivitas membosankan tersebut, namun tak ingin kah kalian sesekali berhenti jadi robot dan meraskan seperti apa rasanya hidup yang sesungguhnya itu?

Berhenti jadi robot
Berhenti jadi robot [imagesource]
Dengan berlibur, atau lebih tepatnya naik gunung, kita akan dibuat lupa dengan yang namanya stres harian atau tuntutan kerja yang sudah seperti menempel di otak. Kita bahkan bisa bertemu dengan orang-orang baru yang punya pandangan berbeda-beda ketimbang teman duduk di bangku kantor yang itu-itu saja. So, refreshing sesekali dan naik gunung adalah jawaban yang tepat banget buat kamu yang benar-benar ingin ‘hidup’.

3. Menghargai Ciptaan Tuhan

Barang-barang elektronik seperti komputer, gadget, kamera, merupakan karya cipta manusia yang semakin hari semakin pintar. Namun itu semua tak ada tandingannya dengan ciptaan Tuhan yang ada di dunia ini. Salah satu mahakaryaNya bisa kamu saksikan secara nyata dengan kedua mata dan seluruh tubuhmu ketika kamu naik gunung.

Menghargai Ciptaaan Tuhan
Menghargai Ciptaaan Tuhan [imagesource]
Pemandangan yang kamu lihat sepanjang perjalanan mendaki gunung atau ketika sudah berada di puncak adalah sebuah hal yang tak bisa dibeli dengan uang sebesar apapun maupun digambarkan dengan kata-kata seindah apapun. Percayalah, meskipun kamu orang yang malas dan tak terlalu peduli pada yang namanya kebersihan, ketika sudah berada di atas sana kamu akan berubah secara sendirinya.

Hati siapa yang tak tergerak ketika melihat ada sampah berserakan di antara keindahan alam yang tengah kita kunjungi atau nikmati? Dari situlah sense kita secara perlahan akan ditempa untuk lebih menjaga keindahan alam supaya bisa terus dinikmati oleh generasi kita selanjutnya.

4. Memahami Arti Perjuangan

Beberapa orang dianugerahi kehidupan yang mencukupi bahkan lebih-lebih sehingga semuanya serba tersedia dan ada untuk mereka. Benar saja mereka bisa meraih cita-cita atau impian dengan bantuan fasilitas yang sudah tersedia, namun hal itu akan menghilangkan makna perjuangan yang sesungguhnya.

Memahami Arti Perjuangan
Memahami Arti Perjuangan [imagesource]
Mendaki gunung akan membuat kamu merasakan pahit manisnya sebuah perjuangan. Sejauh mana kedua kakimu bisa terus melangkah melawan rasa letih dan malas ketika naik gunung? Di situlah arti sesungguhnya dari sebuah perjuangan akan kamu temukan. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata memang, just do it and you’ll understand!

5.  Belajar Mandiri

Jika kita terbiasa hidup enak dan semuanya serba tersedia, maka mendaki gunung akan benar-benar memaksamu berubah. Bayangkan saja, di atas sana tak ada yang namanya listrik, sinyal handphone pun susah didapat, lalu jangan harap juga ada toko makanan yang tersedia untukmu. Dengan kata lain kita harus belajar menjadi orang yang benar-benar mandiri dalam menghadapi situasi apapun.

Belajar Mandiri
Belajar Mandiri [imagesource]
Ketika malam tiba, kamu tak akan bisa tidur di sembarang tempat karena kondisi tanah yang pastinya buruk dan belum lagi udara dingin menusuk tulang yang bisa membahayakan kesehatan. Maka dari itu kita harus bisa atau tahu caranya mendirikan tenda, lalu memasak sendiri makanan atau minuman dengan peralatan yang (seharusnya) kita bawa. Setelah pagi tiba, sebelum melanjutkan perjalanan, kita harus melipat lagi tenda dan sleeping bag yang telah kita gunakan, yang mana hal itu bukanlah perkara mudah. So, semua tentang mendaki gunung itu sangat penting untuk menempa kemandirian kita.

6. Belajar Fokus

Setiap orang pasti punya yang namanya tujuan atau cita-cita. Untuk meraihnya, kita akan dihadapkan dengan berbagai rintangan, baik itu berat maupun ringan. Ada kalanya kita menyerah mengejar impian itu karena kewalahan dengan cobaannya, sehingga akhirnya mengganti fokus tujuan kita dengan hal lain, lagi dan lagi.

Belajar Fokus
Belajar Fokus [imagesource]
Mendaki gunung adalah sebuah pengalaman berharga yang akan mengajarkanmu untuk belajar fokus dengan satu tujuan, yakni sampai di puncak. Titik. Seberat dan sejauh apapun trekking yang akan kita hadapi di tengah prosesnya, kita dipaksakan untuk tetap fokus pada puncak gunung, tak ada lainnya. Namun percayalah, pelajaran ini juga sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di mana kita tak boleh begitu saja menyerah sebelum benar-benar mencapai tujuan yang kita inginkan. Jadi raihlah impianmu sampai ke puncak!

Dari sekian alasan di atas kamu pasti sekarang tertantang untuk naik gunung kan? Well, saat ini beberapa gunung sudah seperti tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan perlengkapan ala kadarnya. Namun percayalah, kamu tetap akan dituntut untuk menggerakkan kakimu supaya tidak malas hingga akhirnya sampai tujuan. So, setidaknya pergilah ke gunung setidaknya sekali dalam seumur hidup. Trust me, you won’t regret it!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA