5 Alasan Mengapa Orang Indonesia Masih Nge-Jomblo Akut Sampai Usia 30an

oleh Happy
14:07 PM on Nov 5, 2015

Kapan nikah? Kalimat menohok ini bisa dipastikan banyak didengar oleh kaum muda yang mulai menginjak usia 25 hingga 30 tahun. Tak pandang cewek atau cowok, pertanyaan ini seolah jadi beban tersendiri bagi mereka yang masih bujang alias belum married! Well, bagi mereka yang sudah punya gandengan, tinggal menunggu hari yang tepat untuk melakukan akad nikah. Lah, yang belum punya calon?! Yang sabar ya!

Rupanya dari berjuta-juta manusia di bumi ini masih banyak jumlah kaum jomblo yang belum juga memiliki pasangan untuk diajak menikah. Tak hanya di luar negeri, di Indonesia saja banyak kaum muda-mudi yang masih single bahkan di saat usia mereka menginjak 30an! Mungkin kalian juga termasuk kaum jomblo yang masih belum menemukan tambatan hati? Sederet alasan berikut sepertinya bisa jadi jawaban atas kenyataan yang kalian alami deh!

Baca Juga
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi
4 Lomba Agustusan Greget Ala Suku Dayak Ini Dijamin Bakal Bikin Kamu Melongo

1. Tipe Ideal yang Ketinggian

Yup! Tipe ideal adalah satu alasan terbesar yang membuat beberapa orang belum juga memiliki pasangan hingga usia tua. Dalam pemikiran, banyak kaum muda memang memiliki ekspektasi tinggi terhadap gambaran pasangan masa depannya. Mulai dari wajah, postur tubuh, warna kulit, model rambut sampai kepribadiannya pun sudah tergambar paten dalam otak. Alhasil begitu kalian masuk dalam masa pencarian pasangan, otak seolah men-scan setiap lawan jenis yang memiliki kriteria sesuai keinginan hati kalian. Sayangnya, manusia tak ada yang sempurna dan selalu ada kekurangan yang sering kali membuat daftar tipe ideal kalian tak terpenuhi!

tipe ideal ketinggian
tipe ideal ketinggian [imagesource]
Terlebih dengan banyaknya tontonan sinetron dan film yang memasangkan cerita romantis nan manis, yang kadang membuat kalian berpikir terlalu jauh tentang realita. Well, hidup tak selamanya indah seperti naskah dalam drama! Sedikit saran, penurunan standar tipe ideal sepertinya perlu untuk dilakukan biar segera dapat pasangan lho.

2. (Masih) Nunggu Jodoh yang Mapan

Hidup makin sulit serta memiliki kisah cinta seperti Cinderella pun jadi mimpi banyak orang. Bertemu dengan pangeran tampan (atau putri cantik), kaya raya dan mencintai kita apa adanya. Tapi, itu hanya mimpi! Harus disadari, sedikit sekali peluang tersebut bisa terjadi! Namun, hal itu tentu tak menghentikan harapan beberapa orang untuk memiliki kehidupan yang nyaman dengan pasangan mereka kelak.

Masih nunggu jodoh yang mapan
Masih nunggu jodoh yang mapan [imagesource]
Dan rupanya, harapan tersebut membuat beberapa orang memiliki syarat untuk memilih pasangan yang mapan sebelum mereka naik pelaminan. Sayangnya momen memilih inilah yang kadang membuat sebagian orang membatasi perasaan mereka. Alhasil selain sosok mapan yang menjadi incaran, semua orang diabaikan!

3. Takut Fenomena Nikah Cerai

Entah mengapa makin ke sini makin banyak pasangan suami istri yang tak bertahan lama dan memilih bercerai. Fenomena ini pun akhirnya membuat beberapa orang berpikiran untuk takut menjalin hubungan resmi lho! Jika menikah selalu berakhir dengan perceraian, mengapa musti cepat-cepat menikah? Seperti itu kiranya isi banyak pikiran.

Fenomena nikah cerai yang makin marak
Fenomena nikah cerai yang makin marak [imagesource]
Meski di Indonesia nilai pernikahan masih kental dijunjung, namun gempuran pemikiran ini bisa jadi membuat beberapa orang malas untuk menikah dan malah memilih menjalin hubungan bebas!

4. Prioritaskan Pendidikan, Jodoh Terlupakan!

Yup! Alasan pendidikan, sedikit banyak berperan terhadap bertambahnya jumlah jomblo di Indonesia. Mengejar gelar pendidikan sampai doktor misalnya, namun dalam proses belajar kalian berubah jadi manusia kuper dan anti sosial yang tak mau bergaul. Jangan sampai deh!

prioritaskan pendidikan, jodoh terlupakan
prioritaskan pendidikan, jodoh terlupakan [imagesource]
Pendidikan memang penting, tapi menjalin relasi dengan orang-orang di sekitar juga sangat penting! Apalagi dengan tujuan mencari pasangan hidup, sangat perlu untuk menjalin pertemanan sebanyak-banyaknya. Setidaknya semakin banyak orang yang dikenal, semakin banyak tipe orang yang bisa jadi pilihan bukan? Pendidikan jadi prioritas, cari jodoh jangan dilupakan!

5. Termakan Pepatah ‘Jodoh Takkan ke Mana’

Kalau jodoh takkan ke mana. Well, ungkapan tersebut ada benarnya, namun sepertinya musti sedikit di revisi! Sepertinya sangat perlu untuk penambahan embel-embel usaha dan doa. Yup! Seperti yang tertulis dalam kitab umat muslim, seseorang yang baik akan mendapat yang baik pula dan begitu sebaliknya. Oleh karenanya jika kita menginginkan pasangan yang baik tentu memperbaiki kulitas diri pun menjadi satu kewajiban.

Termakan pepatah, Jodoh tak kan ke mana
Termakan pepatah, Jodoh tak kan ke mana [imagesource]
Jika kualitas diri sudah terpenuhi, usaha pun perlu dilakukan! Mulai dari menjalin pertemanan dengan lingkungan baru hingga mencari sosok yang benar-benar kalian inginkan. Jika sudah, perlu usaha yang lebih keras untuk bisa mendapatkan target sasaran. Jadi, jangan termakan pepatah lama dan hanya berdiam diri menunggu jodoh datang sendiri! Kalau semua orang menunggu, lalu siapa yang mencari?

Jodoh memang rahasia yang Maha Besar. Namun sebagai manusia, berusaha dan meminta pada-Nya adalah suatu keharusan. Jika kalian masih jomblo? Yang sabar ya! Semangat!

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA