5 Alasan Kenapa Jawa Kadang Dibenci oleh Penduduk Daerah Lain di Indonesia

oleh Rizal
15:00 PM on Jan 16, 2016

Lahir di Papua mungkin menarik karena tiap hari kita akan dipuaskan dengan pantai-pantainya yang indah seperti foto di kalender. Atau mungkin di Kalimantan di mana masih banyak hutan-hutan untuk bermain dan pasti sangat menyehatkan bagi tubuh. Namun, seenak-enaknya tempat lahir di Indonesia, tak ada yang lebih nyaman selain Jawa. Ya, mungkin orang-orang Jawa tak memiliki apa yang dipunyai banyak daerah lain, tapi di sini adalah pusat peradaban Indonesia.

Lahir dan tinggal di Jawa ibarat kita memiliki ayah yang kaya, tak perlu susah-susah, semua sudah tersedia lengkap di sini. Hal ini pun akhirnya membuat penduduk Indonesia di daerah lain menjadi iri dan merasa dianaktirikan. Sebenarnya tak bisa disalahkan juga sih muncul hal-hal yang demikian karena pada kenyataannya memang seperti itu. Banyak hal yang timpang antara Jawa dan juga daerah-daerah lain di Indonesia.

Baca Juga
Tak Banyak yang Tahu, Inilah Aksi Hebat Kepolisian Indonesia yang Begitu Disegani di Dunia
6 Cara Ini Bisa Dipakai Agar Tragedi ‘Panjat Pinang Maut’ Tak Terjadi Lagi

Berikut adalah hal-hal lain yang membuat nama Jawa kadang tidak terdengar menyenangkan bagi orang-orang Indonesia di daerah lain.

1. Pembangunan Hanya di Jawa

Sebagai daerah pusat pemerintahan, Jawa akan mendapatkan sorotan dunia. Makanya pembangunan di sini sangat gencar karena dianggap sebagai representasi Indonesia. Sehingga akhirnya terciptalah kota-kota metropolitan di Jawa, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Meskipun begitu, hal ini bukan jadi alasan untuk mengesampingkan pembangunan di daerah lain.

Pembangunan hanya terasa di Jawa [Image Source]
Pembangunan hanya terasa di Jawa [Image Source]
Faktanya yang terjadi memang demikian. Pembangunan memang hanya terpusat di Jawa saja sedangkan di daerah lainnya seperti hanya sebagai pantas-pantasan, yang penting ada. Meskipun memang ada pembangunan di daerah-daerah luar, namun levelnya jauh. Di Jakarta sudah ada tol-tol yang melintang di daerah lain masih jalan aspal dua mobil. Miris.

2. Jawa Paling Banyak Menikmati Hasil Kekayaan Alam Indonesia

Meskipun negara kita sangat kaya, namun pada realitanya para penduduk bisa dibilang tidak kecipratan sedikitpun dari kekayaan itu. Entah apa yang terjadi, namun hasil tambang dan kekayaan kita yang lainnya seolah tidak diketahui untuk apa digunakannya. Namun, menilik dari hebatnya Jawa, maka bisa dibilang jika daerah inilah salah satu tempat di mana sumber daya alam berujung.

Kekayaan negeri ini kemana larinya? [Image Source]
Kekayaan negeri ini kemana larinya? [Image Source]
Pemerintah butuh dana untuk pembangunan, dan sumbangan sumber daya alam akan jadi penyokong yang bagus. Memang banyak sekali ujaran kalau Jawa-lah yang menghabiskan sumber daya alam Indonesia. Kalau dikait-kaitkan dengan segala kehebatan pembangunan di Jawa mungkin masuk akal. Namun, kalau dilihat dari kenyataan, tidaklah seperti itu. Di Jawa juga masih banyak orang miskin kalau klaimnya adalah orang Jawa yang menikmati hasil kekayaan negara ini. Sejak awal kita memang tidak pernah menikmati kekayaan negara secara maksimal. Justru asing yang melakukannya.

3. Infrastruktur Lagi-Lagi Fokusnya Hanya di Jawa

Pembangunan dan infrasrtuktur mungkin hampir serupa, tapi kali ini coba kita lebih kerucutkan. Di Jawa memang tersebar berbagai infrastruktur handal dan modern. Mulai dari kampus-kampus, jalan-jalan, serta sarana transportasi lain. Bahkan baru-baru ini pemerintah juga tengah getol membangun jalur kereta cepat di Jakarta.

Ini yang tengah dikejar oleh pemerintah sekarang [Image Source]
Ini yang tengah dikejar oleh pemerintah sekarang [Image Source]
Jawa begitu hebat soal infrastruktur, namun tidak begitu di daerah lain. Tak usah bicara yang muluk-muluk, di sana memang serba minim untuk segala sesuatunya. Memang ada sih kampus atau mall, namun jika dibandingkan dengan Jawa tentu saja masih kalah jauh. Berita pembangunan kereta cepat itu seolah makin menunjukkan ketimpangan yang besar. Padahal di pelosok-pelosok masih ada yang belum kecipratan listrik hingga hari ini.

4. Semua Presiden dari Jawa

Kecuali BJ. Habibie, hampir semua pemimpin Indonesia adalah keturunan Jawa. Hal ini jadi menimbulkan semacam kesan kalau dominasi orang Jawa di Indonesia sangat kuat. Habibie sendiri sebenarnya bukan benar-benar seorang presiden, karena tidak dipilih secara langsung. Jika demikian maka fix, kalau presiden Indonesia = orang Jawa.

Presiden Indonesia hampir semua dari Jawa [Image Source]
Presiden Indonesia hampir semua dari Jawa [Image Source]
Memang terlihat janggal sih, apalagi kalau dilihat dari undang-undangnya yang tidak menyatakan presiden harus dari orang Jawa. Namun, hal seperti ini bisa dibilang kebetulan. Kebetulan yang diusung sebagai capres adalah orang Jawa. Sebenarnya tren ini sudah mulai tidak berlaku lagi kok, terutama di level yang lebih rendah. Misalnya saja Gubernur Jakarta yang selalu identik dengan Betawi, kini posisi itu ditempati oleh pria Belitung keturunan Tionghoa.

5. Hidup di Jawa Selalu Lebih Enak

Ya, hidup di Jawa selalu lebih enak jika dibandingkan daerah lain, misalnya saja Papua. Di sana biaya hidup tinggi, bahkan untuk beli es teh saja kita harus keluar Rp 10 ribu. Patokan harga ini juga berlaku di hampir semua barang yang rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa.

Kehidupan di Papua belum benar-benar berubah [Image Source]
Kehidupan di Papua belum benar-benar berubah [Image Source]
Di Jawa hidup sangat nyaman, apa-apa murah dan nyaman karena dimudahkan dengan fasilitas-fasilitas tadi. Makanya, tak heran kalau orang luar Jawa selalu iri, lha kenyataannya memang begitu. Gara-gara ini pula banyak orang luar Jawa yang ogah balik ke asalnya.

Sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan daerah-daerah selain Jawa. Alasannya tentu saja agar terjadi pemerataan dalam hal apa pun, entah itu pembangunan, infrastruktur, dan kemudahan-kemudahan lainnya. Mungkin ada baiknya ibu kota dipindah dari Jakarta yang padat ke daerah-daerah luar Jawa. Biar daerah tersebut perlahan akan merasakan pembangunan pesat dan pada akhirnya bisa sejajar dengan kota-kota lain seperti yang ada di Jawa.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA