9 Alasan Manusia Ingin Bunuh Diri dan Mengakhiri Hidupnya!

oleh Adi Nugroho
12:00 PM on Aug 27, 2015

Setiap tahun ada sekitar 10.000 orang yang bunuh diri hingga meninggal dunia di Indonesia. Jumlah ini masih kalah jauh dengan dengan negara-negara seperti Guyana dan Korea Selatan. Kedua negara ini memiliki tingkat bunuh diri pada penduduknya yang sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 70 orang per 100.000 jiwa. Di dunia ini, setiap menit ada sekitar 2 orang yang bunuh diri. Artinya dalam setahun ada 1,2 juta orang mencabut nyawanya sendiri dengan berbagai sebab!

Kebanyakan orang-orang yang melakukan bunuh diri selalu memiliki banyak depresi hebat di dalam diri. Sisi gelap inilah yang membuatnya tega menghabisi dirinya sendiri dengan cara yang mengenaskan. Inilah sembilan penyebab-penyebab mengapa manusia ingin mengakhiri hidupnya. Mengakhiri sakit yang ia rasa di alam yang semu ini!

Baca Juga
Blunder! 9 Pejabat Ini Pernah Salah Ucap Ketika Sedang Menyampaikan Pidato Penting
Inilah Perbandingan Tunjangan Veteran Indonesia dan Luar Negeri Ibarat Langit dan Bumi

1. Depresi

Salah satu penyebab paling besar seseorang melakukan bunuh diri adalah memiliki depresi yang hebat dalam dirinya. Depresi yang dirasa perlahan-lahan mengambil kontrol tubuh hingga menyebabkannya selalu mengurung diri. Orang yang mengalami depresi selalu berpikir jika dunia akan menjadi lebih baik tanpanya. Jadi jika ia pergi dari dunia dengan cepat, tidak akan ada orang yang sedih. Atau paling parah jika ia menganggap kematiannya adalah hal yang sangat diinginkan oleh semua orang.

Depresi [image source]
Depresi [image source]
Sebenarnya depresi dengan segala sebab bisa disembuhkan dengan terapi. Namun tidak semua orang tahu jika ia sedang mengalami depresi. Pun ia juga akan selalu diam dan tidak mau mengajak orang lain untuk bicara. Di sini peran keluarga sangat diandalkan. Keluarga harus tahu bagaimana keadaan anggota keluarganya yang mendadak menarik diri. Karena hampir 90% orang yang melakukan bunuh diri adalah mereka yang mengalami depresi tapi tak tertangani.

2. Trauma

Secara garis besar trauma dibagi menjadi tiga kelompok besar. Pertama trauma setelah mengalami kekerasan fisik, trauma setelah mengalami kekerasan asusila, terakhir trauma setelah terjadi perang besar. Setelah kejadian mengerikan ini menimpa manusia, biasanya mereka akan mengalami trauma yang sangat hebat. Hampir setiap hari mereka takut tidur karena “kejadian” itu seperti berulang kembali.

Trauma [image source]
Trauma [image source]
Orang-orang yang mengalami trauma biasanya selalu menyukai hal-hal berbau gelap, seperti mengurung diri atau menarik dari lingkungan. Yang ada di pikirannya hanyalah bagaimana bisa lepas dari memori kejadian mengerikan di masa lalu. Jika hal ini tak juga kunjung pergi dari pikirannya, maka bunuh diri jadi penyelesaian. Mati artinya selesai, tak lagi harus membayangkan hal mengerikan yang membuatnya tak tenang.

3. Bullying

Bullying adalah alasan lain mengapa orang melakukan bunuh diri. Tekanan dari lingkungan membuatnya tak tahan hingga bunuh diri dan pergi dari dunia jadi solusinya. Orang-orang yang mengalami bullying biasanya yang dianggap berbeda. Di sekolah biasanya anak yang dianggap nerd atau culun. Lalu di kantor biasanya orang yang dianggap pendiam. Lalu di lingkungan sosial yang lebih besar biasanya mereka yang berpenampilan berbeda seperti waria, atau berperilaku seksual menyimpang.

Bullying [image source]
Bullying [image source]
Orang-orang yang tak tahan dengan tekanan yang datang setiap hari memilih diam lalu menghilang. Terlebih era modern yang sekarang dialami bumi ini. Bully tak lagi diucapkan secara langsung namun juga via media sosial. Tak sedikit orang yang mengalami cyber bullying harus rela membunuh dirinya sendiri agar tekanan berhenti menghantamnya. Jika kita mengetahui orang yang sedang di-bully, dekati dan ajak bicara orang tersebut. Jangan sampai ia berpikiran pendek untuk segera pergi dari dunia ini!

4. Gangguan Kepribadian

Banyak orang di dunia ini yang mengalami gangguan kepribadian. Mereka biasanya mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan banyak orang. Ia selalu merasa takut untuk menjalin hubungan dengan siapa saja. entah itu hubungan persahabatan atau hubungan percintaan. Belum memulai hubungan saja ia sudah merasa sangat takut jika hubungan ini nantinya akan mengalami kegagalan.

Gangguan Kepribadian [image source]
Gangguan Kepribadian [image source]
Selain ini orang dengan gangguan kepribadian biasanya menghindari orang-orang tertentu. Ia takut jika orang itu akan membencinya. Padahal tidak semua orang begitu. Hal-hal terkait sosialiasai yang gagal membuat orang dengan gangguan kepribadian mengalami tekanan. Jika tidak mampu mengatasinya, bunuh diri akan dijadikan cara paling cepat untuk menyembuhkan rasa takut dan sakit di tubuhnya.

5. Pecandu Narkoba dan Alkohol

Orang yang kecanduan narkoba dan alkohol biasanya memiliki peluang besar dalam bunuh diri. Terutama mereka yang menggunakan benda mengerikan ini untuk penghilang rasa sakit dan juga trauma. Efek obat memang akan membuat mereka menjadi orang paling bahagia sejagat. Namun hanya untuk sementara saja. Jika efek itu telah hilang maka trauma akan datang lagi. Bahkan mungkin jauh lebih hebat hingga menyebabkan seseorang jadi depresi.

Pecandu narkoba [image source]
Pecandu narkoba [image source]
Obat-obatan terlarang ini akan membuat otak pemakainya berfungsi tak normal. Yang mereka inginkan hanyalah terus menggunakan narkoba atau menenggak alkohol. Jika kedua benda itu tak ada mereka, bisa mengalami guncangan yang hebat. Di otak mereka hanya ada cara bagaimana mendapakan benda itu atau mati. Karena benda itulah yang membuat mereka menjadi lepas dari rasa sakit.

6. Gangguan Makan (Anorexia)

Gangguan makan atau anorexia adalah salah satu penyebab orang melakukan bunuh diri. Mereka yang mengalami anorexia biasanya orang yang mengalami bullying, orang yang mengalami gangguan body image dan memiliki perubahan emosi yang tak terkontrol. Orang dengan tubuh yang tambun dan besar biasanya kerap mengalami bullying. Untuk mengatasinya mereka akan membatasi makan. Lambat laut, gangguan makan atau eating disorder ini terbentuk. Jadi meski sudah kurus, mereka tetap enggan makan karena takut mengalami kegemukan yang berefek pada pem-bully-an lagi.

Anorexia [image source]
Anorexia [image source]
Orang-orang yang mengalami kekurangan nutrisi pada tubuh biasanya memiliki isi pikiran yang buruk.  Hal-hal negatif selalu memenuhi isi pikirannya. Jika sampai parah, mereka akan melakukan bunuh diri sebagai jalan untuk lepas dari tekanan yang menyusahkan. Itulah mengapa orang yang memiliki gangguan anorexia butuh penanganan yang sangat ekstra. Tak hanya dari pemberian makanan yang penuh dengan nutrisi, tapi juga psikiater untuk mengajaknya bicara. Jika tidak diatasi, akhir buruk seperti bunuh diri bisa bisa terjadi!

7. Tak Memiliki Pekerjaan

Apa yang akan terjadi jika anda sudah sudah lelah sekolah tinggi hingga S3, namun ketika lulus tak juga mendapatkan pekerjaan yang layak. Atau bahkan tak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Uang yang habis saat sekolah tak terbayarkan dan hidup anda jadi semakin mengenaskan. Hal semacam ini juga dapat membuat orang tersebut mengalami gangguan kejiwaan hingga menyebabkannya mengalami bunuh diri.

Tidak punya pekerjaan [image source]
Tidak punya pekerjaan [image source]
Pekerjaan adalah hal yang sangat sulit diperoleh saat ini. Tak peduli punya gelar apa jika tak memiliki keahlian hasilnya akan nol besar. Itulah mengapa, saat ini keahlian selalu dianggap menjadi sesuatu yang sangat penting. Jangan sampai tidak mendapatkan pekerjaan yang sangat diidamkan banyak orang menjadi stress, gila, atau bahkan sampai mengakhiri hidupnya karena merasa malu dengan lingkungan sekitarnya!

8. Masalah Percintaan

Masalah percintaan adalah penyebab lain orang melakukan bunuh diri. Jika anda melihat berita di TV atau membaca di koran, orang yang putus cinta banyak yang mengakhiri hidupnya dengan mudah. Entah itu menenggak racun, memotong nadi atau terjun dari tempat yang sangat tinggi. Mereka yang putus cinta atau merasa dikhianati tak mampu lagi menahan rasa sakit yang mendadak memenuhi hatinya.

Masalah Percintaan [image source]
Masalah Percintaan [image source]
Masalah percintaan seperti ini membuat mereka merasa tidak perlu lagi hidup di dunia. Hidup pun selalu diliputi oleh rasa sakit. Kasus bunuh diri masalah percintaan ini pun kian meningkat jika individu ini masuk dalam ranah LGBT. Bukan masalah penerimaan keluarga yang menyebabkan mereka mengakhiri hidup. Justru masalah percintaan yang menjadi penyebab utama mereka mengakhiri hidup. Sudah tidak diakui oleh keluarga, dikhianati pasangan pula. Mungkin itu yang mereka rasakan.

9. Sakit Parah yang Tak Ada Harapan Sembuh

Orang-orang yang mengidap sakit parah seperti kanker atau penyakit yang harapan sembuhnya kecil biasanya memiliki rasa ingin mati yang tinggi. Rasa sakit dari tubuh yang mereka rasakan membuatnya tak tahan untuk berlama-lama hidup di dunia ini. Terlebih jika kematian adalah akhir dari penyakitnya. Jadi mau mati sekarang atau mati nanti tidak akan ada bedanya. Toh sama-sama akan dikubur.

Sakit parah [image source]
Sakit parah [image source]
Mereka yang mengalami sakit parah biasanya tak tega melihat keluarganya. Uang yang tak sedikit akan mereka habiskan dalam sekali waktu. Itu pun tak akan ada harapan mampu menyembuhkan penyakit. Bunuh diri dipilih untuk meredakan rasa sakit dan juga menghilangkan penderitaan semua orang. Anda yang memiliki kerabat orang yang sakitnya sangat parah selalulah menyemangatinya. Buat hati bahagia hingga hal mengerikan seperti ini bisa hilang.

Bunuh diri mungkin akan membuat seseorang jadi kehilangan rasa sakit dan penderitaan. Namun yakinkah jika setelah mati kehidupan akan selesai? Yakinkah orang yang ditinggalkan akan hidup dengan baik sesudah ditinggal? Hidup dan mati memang siklus hidup manusia, namun hidup dengan baik dan menerima keadaan adalah hal wajib kita jalani. Karena dengan hidup kita masih bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan apa pun keadaannya!

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA