5 Alasan Kenapa Aku Memilihmu jadi Teman Hidupku

oleh Admin
13:00 PM on Sep 26, 2015

Halo, kamu. Terimakasih sudah datang di hidupku dan membuatku merasakan sebuah rasa yang paling indah di dunia, yaitu  cinta. Beberapa kali kamu bertanya kepadaku, kenapa aku begitu mencintaimu?

Tidak hanya kamu, bahkan orang-orang di sekitarku mengatakan hal yang sama. di mata mereka, aku dan kamu seperti kejutan besar yang mengagetkan. Mungkin karena rambut sebahumu, atau karena gaya berpakaianmu yang sangat santai sedangkan laki-laki lain di usiamu memakai kemeja rapi dan sepatu kulit sapi. Atau mungkin juga, karena kamu tidak terlihat serius dengan hidupmu.

Baca Juga
Bukan Metropolitan, Justru Inilah 5 Kota Paling Kaya yang Ada Di Indonesia
5 Hal Menjengkelkan Tentang SEA Games di Malaysia Ini Bikin Indonesia Meradang

Kamu memang bukan seperti laki-laki kebanyakan, dan aku menyukainya. Tapi alasan kenapa aku memilihmu tidaklah sesederhana itu. Ada banyak hal lainnya yang membuatku yakin bahwa, kamulah satu-satunya.

Kamu Tahu Bagaimana Membuatku Tertawa, Bahkan di Saat Terburuk Dalam Hidupku

Sekuat-kuatnya perempuan, selalu ada titik di mana mereka merasa buruk dan terpuruk. Begitu juga dengan aku. Ingatkah kamu saat aku menangis tersedu dalam dekapanmu, karena aku merasa melakukan kesalahan besar dan menyambut kegagalan. Kamu tidak menghiburku seperti cara orang lain, tapi lebih dari itu.

Kamu Selalu Bisa Membuatku Tersenyum Lagi
Kamu Selalu Bisa Membuatku Tersenyum Lagi [via]
Kamu tidak hanya menghapus air mataku, tapi membuatku tertawa lagi. Setelah menenangkanku, kamu mengajakku di minimarket terdekat dan memanjakanku seperti anak kecil. Kamu mengambil es krim dan cokelat favoritku, mengajakku menikmatinya sambil duduk santai di taman kota. Dengan leluconmu yang khas, kamu membawa kembali pelangi yang tadi sejenak pergi. Aku sungguh tidak tahu, seperti apa hidupmu jika tidak ada kamu.

Kamu Percaya Padaku, Tidak Mengikatku Seperti yang Lainnya

Bahkan para pahlawan berjuang ratusan tahun untuk merdeka, lantas kini banyak perempuan yang menyerahkan kebebasannya pada laki-laki yang mereka cinta. Mereka rela dikekang habis-habisan, dicurigai terus-terusan dan diatur-atur padahal masih pacaran. Tapi kamu tidak begitu, kamu mempercayaiku sepenuhnya.

Saling Percaya adalah Kunci Kebahagiaan Kita
Saling Percaya adalah Kunci Kebahagiaan Kita [via]
Kamu memberikanku kebebasan untuk berkreasi dan menjalani hidup ini. Kamu tidak pernah memperlakukanku seperti ‘tahanan wajib lapor’ yang harus menelepon atau memberimu kabar kapanpun di manapun. Kamu tahu bahwa aku manusia yang punya kehidupan selain menghabiskan waktu denganmu. Kamu memberiku ruang untuk tetap menjadi diri sendiri. Di mana lagi aku bisa menemukan laki-laki sebaik kamu?

Kita Merayakan Kebahagiaan dengan Cara Sederhana

Aku dan kamu tidak perlu pergi ke ujung dunia hanya untuk bersenang-senang. Cukup membeli biskuit keju favoritmu dan teh kemasan favoritku, kita bisa merasakan kebahagiaan. Ditambah dengan 1 buah film yang sama-sama kita belum melihatnya, terasa lengkap sudah rasanya.

Menghabiskan Waktu Bersamamu Tak Pernah Ada Bosannya
Menghabiskan Waktu Bersamamu Tak Pernah Ada Bosannya [via]
Atau sekadar jalan-jalan keliling kota sambil ngobrol ke sana ke mari. Atau mungkin obrolan tengah malam di sebuah restoran fast food ditemani es krim dan kentang goreng. Sesederhana itu, karena aku dan kamu tahu bahwa bahagia bukan dari apa yang mampu kita beli, tapi bagaimana menikmati segala hal yang telah dimiliki.

Kamu Membuatku Merasa Damai dan Bahumu Tempat Ternyaman untuk Bersandar

Bagiku, kamu seperti rumah tempatku pulang dan menghabiskan waktu serta melepas lelah. Rasanya bahagia sekali sepulang beraktivitas, kemudian bertemu denganmu dan menghabiskan sisa hari bersama-sama. Perhatianmu memang sederhana, tapi begitu bermakna.

Kamu, Tempat Ternyaman Untuk Bersandar
Kamu, Tempat Ternyaman Untuk Bersandar [via]
Kamu capek? Tanyamu selalu. Padahal aku tahu, kamu juga merasakan hal yang sama. Kita tidak pernah meributkan masalah mau makan di mana atau kenapa salah satu dari kita lamban membalas pesan instan. Semuanya tidak ada artinya, karena bersandar di bahumu dan bertukar cerita tentang apa yang dilalui hari ini jauh lebih bermakna.

Karena Kamu, Melengkapi Aku

Aku yang ceroboh dan kamu yang melindungiku agar tak terluka karena kelalaianku sendiri. Kamu yang pelupa dan aku yang mengingatkan di mana kamu menaruh berbagai benda. Saat aku tak tahu, aku bertanya padamu, begitu juga sebaliknya.

Aku dan Kamu, Tak Terpisahkan
Aku dan Kamu, Tak Terpisahkan [via]
Ada satu bait lirik lagu yang menggambarkan tentang serunya kisah cinta kita berdua. “Kau adalah hidupku, lengkapi diriku. Kau begitu, sempurna.” Mungkin bagi orang lain, kamu hanya laki-laki dengan tubuh jangkung dan rambut berantakan yang tak pernah serius memikirkan masa depan. Tapi di mataku, kamu teman hidup yang membuka pintu-pintu bahagia, dengan cara yang tak pernah bisa aku duga.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA