3 Aksi Vandalisme Ini Dilakukan Traveler Indonesia, Memalukan!

oleh Alfry
09:28 AM on Mar 14, 2015

Semakin tenar sebuah objek wisata akan semakin banyak pula wisatawan yang datang berkunjung. Nyatanya kedatangan banyak wisatawan ini tidak selalu memberikan dampak positif. Selalu ada traveler jahil yang suka corat-coret di area wisata, entah itu di dinding, bebatuan atau pepohonan.

Aksi corat-coret yang mengotori keindahan objek wisata ini dikenal dengan sebutan vandalisme. Ternyata aksi vandalisme ini juga sering dilakukan traveler asal Indonesia kala mereka liburan ke luar negeri. Berdasarkan beberapa sumber yang dikumpulkan Travelingyuk setidaknya ada tiga lokasi di dunia yang terdapat coretan orang Indonesia, berikut ulasannya.

Baca Juga
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo
Fakta Silat Marunda, Warisan Maut Si Pitung yang Bikin VOC Terkencing-kencing Tak Berdaya

1. Cla-X Indonesia – Vandalisme di Gunung Fuji, Jepang

Berita tentang aksi vandalisme ini pernah menjadi pemberitaan media massa beberapa waktu yang lalu. Tak hanya di Indonesia, bahkan aksi memalukan ini sempat menjadi pembahasan di berbagai media Jepang pada Agustus, 2014. Sontak hal ini tidak hanya membuat malu orang yang menulisnya saja namun juga menjadi tamparan keras bagi Indonesia.

Vandalisme di Jepang (c) Youtube
Vandalisme di Jepang (c) Youtube

Aksi vandalisme tersebut berupa grafiti berwarna oranye menyala yang bertuliskan “Cla-X Indonesia”. Coretan tersebut dijumpai di jalur pendakian Gunung Fujiyama pada sebuah batu di ketinggian sekitar 3.500-3.600 mdpl.

Tulisan tersebut diduga dilakukan oleh traveler asal Klaten, Jawa Tengah. Hal ini merujuk pada tulisan Cla-X yang dibaca Klaten. Cla-X sendiri rupanya tengah populer di kalangan pelajar SMP dan SMA di Klaten. Sontak hal ini menjadi bukti yang kuat jika pelakunya adalah orang Klaten. Meski demikian hingga kini belum diketahui pasti siapa orang yang melakukannya.

2. Tulisan Indonesia dan Samarinda di Tembok Besar China

Coretan serupa juga ditemukan di China tepatnya di situs Keajaiban Dunia, Tembok Besar China. Tulisan ini ditemukan di dekat pintu masuk Badaling dan berbunyi “2010-09-05” kemudian di bawah tulisan tersebut ada kata-kata Indonesia dan Samarinda. Dari tulisan yang ditemukan itu mengindikasikan jika pelakunya adalah traveler Indonesia.

Vandalisme di Tembok Besar China (c) Detik Travel
Vandalisme di Tembok Besar China (c) Detik Travel

Dugaan itu makin kuat ketika disekitar kata-kata tadi ditemukan pula nama-nama khas orang Indonesia. Aksi-aksi tak bertanggung jawab yang dilakukan segelintir orang tersebut berdampak besar bagi citra traveler Indonesia di mata dunia. Mereka bisa saja menganggap orang Indonesia itu tidak cinta keindahan dan suka merusak pemandangan objek wisata.

3. Lampunk – Vandalisme di Jabal Rahmah

Sudah menjadi rahasia umum jika berdoa dan meminta jodoh di Jabal Rahmah, tempat dimana bertemunya Nabi Adam dengan Siti Hawa konon akan dikabulkan. Dengan adanya anggapan ini banyak para wisatawan dari seluruh dunia yang berdoa di sana. Mirisnya mereka tidak hanya berdoa saja tetapi juga melakukan aksi vandalisme dengan mencorat-coret batu dan monumen.

Vandalisme di Jabal Rahmah (c) Detik Travel
Vandalisme di Jabal Rahmah (c) Detik Travel

Aksi vandalisme di Jabal Rahmah ini juga dilakukan oleh orang Indonesia. Banyak tulisan mencolok yang mengindikasikan bahwa itu adalah coretan tangan orang Indonesia. Seperti kata “Lampunk” yang begitu mirip dengan Lampung tertulis jelas di sebuah monumen. Belum lagi nama-nama khas Indonesia seperti “Wati” dan “Dian” makin memperjelas siapa yang menulisnya.

Entah dengan tujuan sebagai penanda bahwa seorang traveler pernah mengunjungi tempat tersebut atau dengan tujuan lain, aksi vandalisme tetaplah suatu perbuatan yang tidak dibenarkan. Aksi ini jelas-jelas mengotori objek wisata dan tidak mencerminkan seorang traveler yang santun terlebih itu dilakukan di negeri orang.

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA