4 Aksi Tilang Polisi yang Mengada-Ada dan Bikin Emosi

oleh Rizal
10:28 AM on Jan 14, 2016

Menjadi polisi memang tak mudah, terutama dalam upayanya untuk menegakkan keadilan dan hukum. Tahu sendiri lah, bagaimana susahnya membuat masyarakat kita sadar akan hukum dan menjalani kehidupan sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi polisi susah, tapi lebih susah lagi jadi rakyat biasa. Ada kalanya ketika rakyat sudah benar-benar taat hukum dan tak macam-macam, masih saja kena aksi jahil para oknum petugas yang semena-mena dan cari untung.

Baca Juga : Wow! 5 Polisi yang Menjadi Pembunuh Berantai Ini Sangat Mengerikan!

Baca Juga
Dinobatkan Jadi Atlet Tercantik dan Terseksi SEA Games 2017, Ini Lho Pesona Lindswell Kwok Yang Bikin Indonesia Bangga
Inilah 4 Bukti Kalau Pengguna Medsos yang Ada di Indonesia Polosnya Bukan Main

Belakangan, makin banyak saja aksi oknum petugas yang semacam ini, terutama soal penegakan hukum lalu lintas yang dinilai ngawur dan mengada-ada. Sudah benar pakai motornya, lengkap surat-suratnya, eh dituduh ini itu dan akhirnya terpaksa kena tilang. Padahal benar-benar tidak melakukan kesalahan apa pun.

Bikin gregetan sih dan ini turut menciderai kesan petugas kepolisian yang hingga saat ini berjuang untuk menghapus stigma. Berikut ini adalah aksi-aksi ngawur oknum petugas yang bikin emosi.

1. Pakai Motor Standar Ditilang, Alasannya Nggak Masuk Akal

Pabrikan motor tentu sudah buat kesepakatan dong dengan pihak kepolisian. Ya, mereka harus mencapai kata setuju dulu sebelum meluncurkan sebuah produk. Setidaknya harus memenuhi banyak acuan dan standar. Intinya, motor standar sangat aman digunakan, dan tak mungkin ditilang kecuali kita melakukan modifikasi yang tak aman. Namun sial bagi pria satu ini, motor sudah standar eh masih kena tilang juga.

Salah siapa kalau begini? [Image Source]
Salah siapa kalau begini? [Image Source]
Ceritanya ia membeli motor All New CB 150 R. Seperti yang kita tahu, motor ini lampu utamanya sudah LED dengan tujuan agar memberikan penerangan yang lebih baik. Tapi, gara-gara lampu utama ini si pemotor tersebut kena tilang. Ia pun ngotot jika lampu ini bawaan dari pabrik. Namun sayangnya, oknum petugas tersebut lebih ngotot lagi. Akhirnya si pemotor tersebut harus memberikan uang damai. Jadi, kalau begini siapa yang salah? Pengendaranya, pihak dealer atau polisinya yang memang mengada-ada?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA