3 Aksi Nekat Melawan Para Pelanggar Aturan Lalu Lintas yang Patut Diacungi Jempol

oleh Diah
14:37 PM on Apr 22, 2016

Indonesia adalah negara besar yang memiliki segudang keindahan dan kekayaan alam melimpah. Di balik itu semua, Indonesia juga mempunyai segudang masalah dari yang kecil hingga yang besar berlalu lalang tanpa henti setiap harinya. Salah satunya adalah masalah pelanggaran lalu lintas.

Memang agak kesulitan juga pihak aparat penegak hukum, khususnya yang bertugas untuk menertibkan jalannya lalu lintas karena setiap hari tidak sedikit dari para pengendara kendaraan bermotor yang terus melanggar aturan.

Baca Juga
10 Atlet SEA Games 2017 Asal Indonesia Ini Nggak Cuma Bikin Bangga, tapi juga Cantik Jelita
Fakta Android Oreo, Sistem Operasi Terbaru Keluaran Google dengan 7 Fitur Super Canggih

Dari fenomena pelanggaran aturan lalu lintas ini, ada 3 aksi berani dan dapat dibilang nekat yang dilakukan oleh orang umum atau bukan penegak hokum untuk melawan para pelanggar lalu lintas. Berikut ini ketiga daftar tersebut.

1. Elanto Wijoyono

Ketika dihelatnya Jogja Bike Rendevous 2015, ada sebuah aksi spontan dan terbilang berani yang dilakukan oleh seorang pria bernama Elanto Wijoyono, yaitu menghadang puluhan pengendara motor gede yang seenaknya melanggar lalu lintas, mulai dari bertindak semaunya sendiri sampai dengan menerobos lampu merah. Bersama dengan seorang rekannya, Andika Faizal, Elanto dengan berani memalangkan sepedanya di depan kerumunan moge yang akan melintas.

3 Aksi Nekat Melawan Para Pelanggar Aturan Lalu Lintas yang Patut Diacungi Jempol - A
Elanto Wijoyono [ Image Source ]
Sontak saja, banyak pengendara yang menghentikan kendaraannya dan terjadi adu mulut beberapa saat. karenakan aksi nekatnya ini, banyak pujian dialamatkan kepada Elanto dan justru cibiran dan hujatan diberikan kepada para pecinta motor gede karena ternyata tidak sedikit yang merasa jengah akan ulah orang-orang yang mendapatkan ‘perlakukan khusus’ dari pihak kepolisian itu.

2. Kukuh Adi Danisworo

Lain di Jogja, lain pula pelanggaran yang terjadi di Jakarta. Dikarenakan hal tersebut, ada sebuah social experiment yang dibuat dan direkam secara tersembunyi dilakukan oleh seorang pria bernama Kukuh Adi Danisworo bersama rekannya. Dalam aksinya yang diunggah ke YouTube pada tanggal 2 Maret 2015 dengan judul “Minta Digampar(season2) – eps motor lawan arah” yang berdurasi sekitar 15.05 menit itu menunjukkan bahwa Kukuh dengan berani menghadang para pengendara motor yang melawan arah.

3 Aksi Nekat Melawan Para Pelanggar Aturan Lalu Lintas yang Patut Diacungi Jempol - B
Kukuh Adi Danisworo [ Image Source ]
Dengan tegas, Kukuh menghadang dan menghalangi para pelanggar lalu lintas itu dan menyuruh mereka semua berbalik arah. Walaupun ada yang menurut, ada pula yang sempat adu mulut dengannya. Akan tetapi Kukuh tidak gentar dan sepertinya sudah siap akan segala risiko yang bakal diterimanya.

3. Daffa Faros Oktoviarto

Aksi tak kalah nekat juga diperlihatkan oleh seorang anak kecil yang masih duduk di kelas IV SD di Semarang, Jawa Tengah, bernama Daffa Faros Oktoviarto. Dia dengan tegas, berani, nekat menghadang, menghalangi bahkan sampai menendang roda para pengendara motor yang melewati pedestrian yang seharusnya hanya diciptakan untuk para pejalan kaki.

3 Aksi Nekat Melawan Para Pelanggar Aturan Lalu Lintas yang Patut Diacungi Jempol - C
Daffa Faros Oktoviarto [ Image Source ]
Aksi nekat Daffa ini bermula dari beberapa kali dirinya akan diserempet oleh para penerobos kemacetan dengan melewati pedestrian. Karena kesal, maka dia melakukan aksi nekatnya itu sendiri. Memang tidak sedikit yang menganggapnya masih anak kecil dan tidak mau terlalu menuruti perintahnya, akan tetapi Daffa tetap dengan tegas melarang para pelanggar untuk naik dan melaju di pedestrian.

Aksi tersebut sempat diabadikan oleh banyak orang dan diunggah di berbagai media sosial. Banyak tanggapan dan acungan jempol terhadap aksi yang dilakukan oleh Daffa itu. Bahkan dia juga mendapatkan pujian langsung dari Hendrar Prihadi, Walikota Semarang,

Keamanan, kenyamanan dan ketertiban di jalan raya bukan semata-mata semuanya adalah tanggung jawab pihak kepolisian. Kita sebagai orang Indonesia juga wajib turut serta dalam menjaganya. Kalau bukan kita yang melakukannya, siapa lagi yang akan peduli akan hal tersebut?

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA