5 Aksi Konyol Polisi Gadungan di Indonesia, Dari Gengsi Hingga Ingin Cari Istri

oleh titi
11:35 AM on Jun 4, 2015

Semakin hari tingkat kriminalitas di Indonesia semakin bertambah. Banyak kejadian-kejadian mengerikan di sekitar kita yang sangat meresahkan banyak orang. Pencurian, penculikan dan penipuan adalah salah satu dari berbagai tindak kriminal yang ada.

Berbagai motif yang mereka lancarkan untuk mendapatkan keuntungan. Seperti mengaku-ngaku jadi seorang polisi dan menipu banyak orang. Lalu bagaimana jika bertemu dengan polisi asli lainnya ya? Berikut ini Boombastis hadirkan beberapa aksi polisi gadungan yang tertangkap tangan oleh polisi asli

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

1. Mengendarai Motor dan Memakai Atribut Polisi Lengkap

Ketika bertemu polisi di jalan dengan atribut lengkap, kita mungkin deg-degan dan siap-siap menunjukkan surat-surat berkendara. Dan tak jarang kita mengecoh polisi, agar tidak ditilang ketika surat berkendara tidak lengkap. Namun bagaimana jika yang ditilang juga ‘polisi’?

Polisi gadungan menaiki motor provost
Polisi gadungan menaiki motor provost[imagesource]
Seperti polisi pengendara moge Honda ST 1300 yang berseragam lengkap ini tetap dihentikan. Ia ditangkap polisi yang sedang menggelar Operasi Patuh Jaya karena menerobos jalur busway. Lebih parah lagi, ternyata ia adalah polisi gadungan. Pria berseragam polisi ini mengaku-ngaku sebagai polisi, agar terlihat gagah ketika di jalan. Aneh-aneh saja.

2. Nikahi Perempuan Muda

Apa cita-citamu di masa kecil? Apakah polisi masuk dalam daftar cita-cita yang kamu inginkan? Meski saat ini profesimu bukan menjadi polisi, namun jangan tiru laki-laki yang mengaku menjadi seorang polisi ini. Aksi nekat yang dilakukan pria tersebut, hanya supaya bisa menikahi gadis pujaannya.

Jadi Polisi Ingin Menikahi Gadis Pujaan
Jadi Polisi Ingin Menikahi Gadis Pujaan[imagesource]
Pria berumur 41 tahun ini mampu mengelabui seorang gadis dengan mengaku menjadi seorang anggota polisi berpangkat komisaris polisi dan berdinas di Densus 88. Malangnya gadis yang dinikahinya tahu setelah melakukan akad nikah. Karena merasa dibohongi, keluarga gadis ini melaporkan pria ini ke kepolisian yang sesungguhnya.

3. Ajang Pamer dan Cari Jodoh

Pria berusia 30 tahun ini menggunakan cara konyol untuk mendapatkan perhatian di sekelilingnya. Ia nekat mengaku menjadi Brimob berpangkat brigadir polisi dan membeli atribut lengkap milik Brimob. Dia melakukan aksi konyolnya berawal karena impian yang tak tercapai.

Ajang Pamer dan Cari Jodoh
Ajang Pamer dan Cari Jodoh[imagesource]
Saat ditangkap oleh Bripka, pria ini mengaku nekat menggunakan atribut tersebut untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menggaet gadis-gadis pujaannya. Sebanyak 5 gadis yang tertipu dan salah satunya telah menjadi istri dan mempunyai anak. Padahal pria ini adalah seorang sopir serabutan.

4. Mencuri Kendaraan

Menjadi polisi mungkin merupakan posisi yang tampak aman dari berbagai tindakan kejahatan. Namun jangan terkecoh, polisipun juga dapat melakukan kriminalitas. Salah satu contohnya polisi yang mengambil motor korban di jalan.

Mencuri Kendaraan
Mencuri Kendaraan[imagesource]
Bukan merupakan aparat kepolisian asli, namun polisi gadungan yang melakukan aksi kriminal. Dua pemuda yang mengaku menjadi polisi ini merampas motor warga Jambi. Mereka mengatakan pada korban untuk mengambil motor di kantor polisi terdekat. Namun ternyata hal tersebut adalah tipuan mereka. Walhasil, kejadian ini pun diusut oleh polisi aslinya.

5. Melakukan Penipuan

Terakhir, banyak orang yang melakukan penipuan dengan berkedok menjadi seorang polisi. Bukan hanya mengaku menjadi polisi, mereka juga memeras korban untuk mengeluarkan uang untuk alasan kenaikan pangkat.

Melakukan Penipuan
Melakukan Penipuan[imagesource]
Banyak kasus di mana polisi gadungan memanfaatkan orang lain demi mendapatkan uang.  Seperti seorang pemilik warung yang ditipu agar mau meminjamkan uangnya sampai mencapai Rp 506 juta. Polisi gadungan ini melakukan aksinya lewat media sosial untuk berkomunikasi dengan calon korban dan mendapatkan keuntungan, So hati-hati ya.

Banyak sekali tindakan kriminal dengan berbagai modus, salah satunya yang berkedok sebagai pelindung keadilan dan keamanan rakyat seperti ini. Selalu waspada dan jeli melihat tipu muslihat yang mungkin sangat dekat dengan Anda.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA