4 Fakta Akhir Hayat Sang Legenda Tinju, Muhammad Ali

oleh Sastranagari
14:56 PM on Jun 6, 2016

Kabar meninggalnya Muhammad Ali tentu saja bikin seluruh dunia berduka. Gimana enggak? Di mata dunia Muhammad Ali nggak cuma dikenal sebagai petinju profesional aja, tapi juga sosok yang sangat menginspirasi.
Semasa hidup Muhammad Ali nggak lepas dari sorotan mata dunia, baik tentang laganya di ring maupun mengenai kehidupan pribadinya. Apalagi setelah dia pensiun dari dunia tinju karena penyakit parkinson yang dideritanya.

Penyakit tersebutlah yang akhirnya menggeroti The Greatest of All Time ini. Nah, kali ini Boombastis akan ngasih tau kamu beberapa fakta mengenai Muhammad Ali.

Baca Juga
4 Hal Negatif yang Mungkin Akan Dialami Masyarakat Jika Penggunaan KTP Sebagai Syarat SIM Card Terlaksana
Tukang Bakmi Bak Seleb, Gaya dan Dandanan Jamila “Janda” Dijamin Bikin Publik Melongo

1. Pemakaman yang Terbuka Untuk Segala Kalangan Agama

Prosesi pemakaman Muhammad Ali akan diadakan Jumat depan. Sebelum dimakamkan, sebuah upacara besar yang terbuka untuk semua kalangan umat beragama akan digelar dengan tujuan agar semua orang dari berbagai agama dapat ikut mendoakannya.

Berduka untuk Muhammad Ali [image source]
Berduka untuk Muhammad Ali [image source]
Dalam upacara ini beberapa orang terkenal akan memberikan pidato untuk mengenang kebaikan Muhammad Ali semasa hidupnya. Orang tersebut antara lain mantan presiden Amerika Serikat bill Clinton, komedian Billy Crystan, dan wartawan olahraga Bryant Gumbel. Muhammad Ali akan dimakamkan di Lousville, Kentucky yang merupakan kampung halamannya. Saat ini bendera setengah tiang berkibar di balaikota dan beberapa tempat lain serta ribuan orang mendatangi rumah mendiang Muhammad Ali untuk menyampaikan belasungkawa.

2. Perubahan Drastis Muhammad Ali Akibat Parkinson

Selama berlaga di ring, Ali diperkirakan menerima 29 ribu kali pukulan. Wow! Pukulan-pukulan inilah yang membuatnya menderita penyakit parkinson.

Muhammad Ali dari masa ke masa
Muhammad Ali dari masa ke masa

Tanda penyakit parkinson pada Ali sudah bermunculan sejak tahun 1981, namun vonis menderita penyakit mengerikan ini baru keluar di tahun 1984. Sejak saat itu kemampuan motorik tubuh sang legenda perlahan-lahan mengalami kemunduran. Namun hal itu nggak mematahkan semangat Muhammad Ali untuk berlaga di ring tinju. Ia masih sempat melakukan satu kali tanding melawan Trevor Berbick di tahun 1981. Ali yang sudah memiliki gejala parkinson kalah dalam pertandingan tersebut. Saat menghadiri upacara pelantikan Presiden Obama, Muhammad Ali sudah kehilangan kemampuan berbicara. Mendekati ajal, Ali hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya melaui kedipan mata dan senyuman.

3. Tidak Ingin Nama Nabi Muhammad Diinjak-injak

Seperti orang terkenal lainnya, nama Muhammad Ali juga masuk dalam Walk of Fame. Bedanya nama Muhammad Ali nggak terpasang di jalanan seperti yang lainnya, melainkan berada di dinding Dolby Theater.

Nama Muhammad Ali di Walk of Fame [image source]
Nama Muhammad Ali di Walk of Fame [image source]
Ada sebab khusus kenapa Muhammad Ali meminta namanya ditulis di dinding. Menurut Ana Martinez, salah satu petugas Walk of Fame, Ali meminta namanya ditempel pada dinding karena nggak mau nama Muhammad yang juga merupakan nama nabi umat Islam diinjak-injak orang banyak. Permintaan ini dikabulkan oleh chairman Walk of Fame dan mungkin hanya Muhammad Ali lah satu-satunya nama orang terkenal yang berada di dinding.

4. Sejak Lama Ali Sudah Mempersiapkan Diri Menghadapi Akhir Hayatnya

Saat melakukan tour pidatonya ke seluruh dunia, Muhammad Ali pernah ditanya tentang apa yang akan dilakukannya setelah pensiun dari dunia tinju ia menjawab akan memperbaiki diri agar siap ketika suatu saat dia meninggal. Satu-satunya cara adalah dengan mamanfaatkan ketenarannya untuk membawa kebaikan di dunia ini.

Kematian Muhammad Ali ini menjadi salah satu pengingat bagi kita, bahwa ketenaran, kesuksesan, dan kekayaan tak ada artinya tanpa diimbangi perbuatan baik. Hal inilah yang membuat hidup kita bisa memberi arti bagi orang lain dan lewat cara ini pula kita akan selalu hidup di hati banyak orang. Good bye, Champ!

Next
Like us on Facebook Follow us on Twitter
ARTIKEL LAINNYA
ARTIKEL PILIHAN
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA