Kisah Adi Ismail, Buruh Pabrik Biasa yang Jadi Kaya dan Bahkan Bisa Boyong Lamborghini

Asal ada niat untuk mengubah nasib, pasti kesuksesan akan datang

oleh Arief Dian
15:00 PM on May 28, 2017

Kesuksesan kadang bukan hanya dipengaruhi oleh gelar dan jabatan saja. Pasalnya kebanyakan orang sukses tidak selamanya adalah mereka yang memiliki gelar atau jabatan yang tinggi. Justru umumnya adalah mereka orang biasa yang berani mengambil keputusan nekat membuka usaha.

Begitu pula yang terjadi pada pemuda ini, lantaran bosan menjadi seorang buruh pabrik biasa, dia memutuskan untuk membuka usaha. Dan lihat apa yang terjadi beberapa tahun kemudian, buruh pabrik ini memiliki mobil mewah dan pendapatan luar biasa, Bagaimana ceritanya? Simak ulasan berikut.

Baca Juga
6 Alasan Kenapa One Piece Nggak Pernah Bikin Penggemar Bosen Meski Sudah 20 Tahun
Inilah 4 Alasan Mengapa Profesi TKI Bisa Bikin Seseorang Jadi Kaya Mendadak

Hanya seorang buruh pabrik biasa

Awalnya, Adi Ismail hanyalah seorang buruh pabrik tekstil biasa. Namun semakin lama dia bekerja, makin sadar pula bahwa itu bukanlah jalannya. Terus-terusan bekerja dengan mengikuti visi dari orang lain membuat batinnya jadi semakin tersiksa. Apalagi melihat minimnya gaji yang dia terima saat menjadi buruh, hanya cukup buat makan sehari-hari saja.

buruh tekstil [image source]
Merasa sangat penat dengan apa yang selama ini dia lakukan, Adi Ismail memutuskan untuk keluar saja dari pekerjaannya dan mencari pendapatan yang baru. Siapa sangka kalau apa yang dia lakukan itu adalah langkah yang sangat tepat karena mengantarkannya ke jalan kesuksesan.

Mencoba peruntungan pada makanan

Langkah awal yang Adi Ismail lakukan adalah mencoba membuka sebuah usaha untuk mencari pendapatan. Dalam keadaan bingung mau memulai bisnis apa, Adi Ismail akhirnya bertemu temannya Herry, seorang mantan pekerja di sebuah restoran yang juga sudah keluar dari pekerjaannya dan mau menjadi pengusaha juga.

susu produk awal [image source]
Akhirnya mereka berdua bermitra untuk membuka usaha kuliner bersama yang dirintis mulai dari nol bersama. Alasan pembukaan bisnis makanan ini simple, setiap orang memang butuh makan, oleh sebab itu bisa dipastikan barang yang mereka jual bakal laku keras. Ditambah lagi ada Herry yang memang memiliki latar belakang pengalaman bekerja di sebuah restoran.

Kurang tidur akibat terlalu sibuk

Bersama, mereka berdua mendirikan perusahaan food majestic, di mana usaha tersebut sudah sangat maju hingga ke berbagai sektor. Awalnya perusahaan tersebut hanya fokus pada produk susu, namun semakin lama usahnya jadi sangat berkembang seperti sekarang ini.

Bersama partner [image source]
Hampir-hampir tidak ada waktu bagi Ismail untuk tidur karena mesti mengatur banyak hal agar perusahaannya tidak sampai collapse. Dengan membaca tren makanan yang sedang booming dan mengikuti banyak bazaar, hal tersebutlah yang digadang sebagai kunci sukses mengelolah perusahaan milik Ismail. Dengan bantuan Herry sebagai COO food majestic, hingga kini perusahaan mereka bisa menghasilkan omset ratusan hingga milyaran rupiah.

Kesuksesan yang diraih sekarang

Akibat usaha kerja kerasnya, kini pengusaha muda itu sudah bisa menuai buahnya. Tidak tanggung-tanggung, dalam satu hari, Ismail dapat mendapatkan uang sampai 36 juta rupiah. Itu semua didapatkan dari bisnis makanan dan beberapa bisnis internet yang sedang ia jalankan. Hampir setiap minggu pria ini mesti terbang ke negara yang berbeda untuk semakin memperlancar bisnis yang dia kelola.

adi-ismail [image source]
Belum lagi kini Ismail telah memiliki mobil mewah Lamboghini Gallardo yang siap mengantarnya ke manapun dia mau. Dengan usia yang masih 30-an, pria ini telah menjadi salah satu pengusaha sukses asal Indonesia yang berkiprah di luar negeri. Ternyata keputusannya untuk keluar dari pabrik adalah benar, tidak dibayangkan kalau dulu dia tetap bekerja di sana, pasti tidak akan sesukses ini.

Cerita kesuksesan Adi Ismail membuktikan kalau meskipun seorang buruh pabrik biasa ternyata juga bisa menjadi seorang sukses. Bahkan mengalahkan para pekerja profesional yang mungkin bergelar sarjana. Kalau orang seperti Ismail saja bisa, tidak menutup kemungkinan kalau kita juga bisa sukses.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
error put content