20.000 Umat Buddha Hadiri Perayaan Tri Suci Waisak 2015 Di Borobudur

oleh Adys Disty
06:38 AM on Jun 3, 2015
Candi Borobudur via cnn
Candi Borobudur via cnn

Perayaan Tri Suci Waisak 2015 di Candi Agung Borobudur akan dihadiri setidaknya 20.000 umat Buddha dari berbagai daerah di Indonesia, Selasa (2/6). Umat Buddha dari 18 negara sahabat seperti Tibet, Thailand, Hongkong, dan China juga dikabarkan ikut meramaikan hari sakral bagi umat Buddha tersebut.

“Umat Buddha yang hadir sekitar 20.000 orang, ada juga umat dari 18 negara yang sudah konfirmasi akan hadir, seperti Thailand, Singapura, Tiongkok, Tibet dan sebagainya. Ribuan umat yang hadir akan mengikuti seluruh rangkaian prosesi Tri Suci Waisak yang dimulai dari Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Agung Borobudur,” jelas Ketua Dewan Penyantun Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Murdaya W Po, Selasa (2/6).

Baca Juga
5 Sepeda Balap Termahal di Dunia yang Harganya Bisa Bikin Kamu Miskin dalam Sekejap
Inilah 4 Negara yang Dulunya Kaya Raya namun Sekarang Terluntah Akibat Korupsi

Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan detik-detik peringatan Waisak yang diselenggarakan di altar candi warisan wangsa Syailendra itu pada sekitar pukul 19.00 WIB. Sedangkan detik-detik Waisak sendiri akan dilaksanakan menjelang pergantian hari sekitar pada pukul 23.18 WIB dengan ditandai penerbangan ribuan lampion ke langit Borobudur oleh umat Buddha.

Menjelang peringatan Tri Suci Waisak, air suci dan api dharma telah disemayamkan di Candi Mendut, Magelang. Setelah itu, air suci dan api dharma akan dibawa menuju Altar Utama di Candi Borobudur. Prosesi pengambilan air suci dilakukan di Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Minggu (31/5). Pada hari ini, api dharma diambil dari api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.

Saat api dharma tiba, para pimpinan sangha dan majelis agama Budha langsung menyambut kedatangannya. Mereka akan langsung membacakan doa yang dipimpin oleh Bhante Wong Sin Labhikho Mahathera. Doa bersama umat Budha tersebut dilakukan di tenda altar yang telah dipersiapkan panitia.

Inti dari doa tersebut adalah memohon keselamatan umat, keharmonisan dan kedamaian dunia serta kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia. Setelah doa bersama dilanjutkan dengan prosesi pradaksina yang berjalan kaki mengelilingi Candi Mendut searah jarum jam sambil membawa membawa api dharma.

Next
BERITA TERKAIT
BACA JUGA